Gggjbxhjj
berangkat dari nilai nilai agamis yang kian terkikis, membumikan kembali jiwa santri pada masyarakat dewasa ini, dengan tetap berpedoman pada generasi salafussolih, menjadi supel dalam bergaul dan berakhlak baik terhadap sesama.. salam nyantri
Senin, 28 Desember 2015
Jumat, 04 April 2014
TRADISI KENDURI KEMATIAN
Dalam tradisi kaum Muslim Nusantara, ketika ada seorang Muslim meninggal dunia, maka pihak keluarga si mati mengadakan selamatan atau kenduri, yang dihadiri oleh keluarga, tetangga dan handai taulan untuk membacakan al-Qur’an, Tahlilan dan mendoakan si mati bersama-sama. Kemudian diakhiri dengan makan bersama, dari makanan yang disiapkan oleh keluarga si mati.
Menyikapi tradisi kenduri kematian tersebut, terlepas apakah berasal dari tradisi sebelum masuknya Islam ke Nusantara atau tidak, umat Islam Nusantara memilih untuk melestarikannya sebagai kultur dan budaya bangsa. Namun akhir-akhir ini, ada satu kelompok umat Islam, yang sangat keras menyikapinya dan berupaya menghapusnya sampai ke akar-akarnya dengan alasan tradisi tersebut melanggar hukum Islam, tidak sesuai dengan sunnah Rasul saw dan tradisi kaum salaf yang shaleh. Oleh karena itu, uraian tentang hukum kenduri kematian dari berbagai perspektif menjadi penting untuk dikaji.
Berkaitan dengan tradisi kenduri kematian ini, ada beberapa pendapat di kalangan para ulama yang perlu kita jadikan renungan, agar tidak gegabah dan radikal dalam menyikapinya.
Sabtu, 30 November 2013
ADAB BERDEBAT DALAM KITAB" MIN MUQOWIMAT NAFSIYAH ISLAMIYAH "
Al-Jadal adalah At-Tahâwur (berdiskusi atau berdialog), seperti firman Allah :
"Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal-jawab (tahawur) antara mereka antara kamu berdua". (QS. al-Mujadalah 58: 1)
Dalam ayat ini Allah menyebut al-jadal (berdebat) dengan istilah at-tahâwur (berdiskusi). Definisi al-jadal (berdebat) adalah penyampaian hujjah atau yang diduga sebagai hujjah oleh dua pihak yang berbeda pendapat. Tujuannya untuk membela pendapat atau madzhabnya, membatalkan hujjah lawan, dan mengubahnya kepada pendapat yang tepat dan benar menurut pandangannya.
"Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal-jawab (tahawur) antara mereka antara kamu berdua". (QS. al-Mujadalah 58: 1)
Dalam ayat ini Allah menyebut al-jadal (berdebat) dengan istilah at-tahâwur (berdiskusi). Definisi al-jadal (berdebat) adalah penyampaian hujjah atau yang diduga sebagai hujjah oleh dua pihak yang berbeda pendapat. Tujuannya untuk membela pendapat atau madzhabnya, membatalkan hujjah lawan, dan mengubahnya kepada pendapat yang tepat dan benar menurut pandangannya.
Senin, 10 Oktober 2011
keajaiban hati (imam ghozali)
oleh : sang habibah baragbah
Secara etimologi zikir berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘menyebut’ atau ‘mengingat’. Dalam bahasa agama (Islam) zikir acap kali didefinisikan dengan menyebut atau mengingat Allah dengan lisan melalui kalimat-kalimat thayyibah.
WANITA
oleh : sang habibah baragbah
Para wanita diciptakan tak lain dan tak bukan melainkan sebagai pasangan bagi kaum pria, yang dimana keduanya-duanya saling melengkapi satu dengan yang lainnya juga saling mencintai, karena itulah fitrah yang Allah tetapkan bagi mereka. tampa wanita bahtera nabi nuh tak akan sempurna dan tanpa wanita hidup pastilah hampa.
Wanita identik dengan sifat lemah lembutnya namun, di balik kelemahan dan kelembutan mereka tersimpan kekuatan yang bisa menundukkan laki-laki walau dia adalah seorang panglima perang atau gladiator atau bahkan seorang raja sekalipun. sudah banyak sejarah yang menceritakan kehancuran sebuah kerajaan besar hanya dikarenakan seorang wanita dan seorang penguasa yang tunduk dibawah kaki seorang wanita.
Terorisme adalah peneyerangan bukan di wilayah peperangan
Terorisme adalah penyerangan bukan di wilayah peperangan
Firman Allah ta’ala yang artinya, “orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik” ( QS Al Maaidah [5]: 82 ).
Khalayak umum berpendapat bahwa Amerika yang dibelakangnya Zionis Yahudi telah "mendompleng" peristiwa 11 September dan Bom Bali
Kami tidak sepakat dengan apa yang telah dilakukan oleh Osama bin Laden dan pelaku bom bali dan bom sejenisnya.
Mereka melakukan penyerangan bukan di wilayah yang sedang terjadi perang.
Mereka melakukan penyerangan di wilayah yang aman dan kemungkinannya besar sekali terjadi korban yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan peperangan.
PRILAKU ORANG MUKMIN
Terdapat riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan (penuh cobaan) , Tawwab (senang bertaubat), dan Nassaa' (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat". (Silsilah Hadits Shahih No. 2276).
Hadist ini merupakan hadits yang menjelaskan sifat-sifat orang mukmin, sifat-sifat yang senantiasa lengket dan menyatu dengan diri mereka, tiada pernah lepas hingga seolah-olah pakaian yang selalu menempel pada tubuh mereka dan tidak pernah terjauhkan dari mereka.
ABORSI DALAM PANDANGAN ISLAM
Sebelum membahas hukum aborsi, ada dua fakta yang dibedakan oleh para fuqaha dalam masalah ini. Pertama: apa yang disebut imlash (aborsi, pengguguran kandungan). Kedua, isqâth (penghentian kehamilan). Imlash adalah menggugurkan janin dalam rahim wanita hamil yang dilakukan dengan sengaja untuk menyerang atau membunuhnya.
Dalam hal ini, tindakan imlash (aborsi) tersebut jelas termasuk kategori dosa besar; merupakan tindak kriminal. Pelakunya dikenai diyat ghurrah budak pria atau wanita, yang nilainya sama dengan 10 diyat manusia sempurna. Dalam kitab Ash-Shahîhain, telah diriwayatkan bahwa Umar telah meminta masukan para sahabat tentang aktivitas imlâsh yang dilakukan oleh seorang wanita, dengan cara memukuli perutnya, lalu janinnya pun gugur. Al-Mughirah bin Syu'bah berkata:
ZAKAT PROFESI, WAJIB ATAU TIDAK ?
Istilah Zakat Profesi belum dikenal di zaman Rosulullah SAW bahkan hingga masa berikutnya selama ratusan tahun. Bahkan kitab-kitab Fiqih yang menjadi rujukan umat ini pun tidak mencantumkan pembahasan bab zakat profesi dadalamnya.
Harus diingat bahwa meski di zaman Rosulullah SAW telah ada beragam profesi, namun kondisinya berbeda dengan zaman sekarang dari segi penghasilan. Dizaman itu pemghasilan yang cukup besar dan dapat membuat seseorang menjadi kaya berbeda dengan zaman sekarang. Diantaranya adalah berdagang, bertani, dan berternak. Sebaliknya, di zaman sekarang ini berdagang tidak otomatis membuat pelakunya menjadi kaya, sebagaimana juga bertani dan berternak. Nahkan umumnya petani dan peternak di negeri kita ini termasuk kelompok orang miskin yang hidupnya masih kekurangan.
SYARI'AH, THARIQAH, HAQIQAH DAN MA'RIFAH
oleh : kang mas hakam alchudory (anggota santri desa)
Kata syari'ah telah beredar luas di kalangan umat muslim. Bahkan, dalam al-Qur'an sendiri, kata tersebut telah dipakai antara lain pada Surah al-Jatsiyah: 18. Pemakaian kata tersebut mengacu kepada makna ajaran dan norma agama itu sendiri. Dalam perkembangan Islam munculnya tiga kata thariqah, haqiqah dan ma'rifah, telah mengakibatkan terbatasnya pengertian syari'ah sehingga lebih banyak mengacu pada norma hukum. Sedangkan tiga kata lainnya menjadi terma yang terkenal dalam tasawuf. Karena itu ada baiknya kita lebih dahulu berbicara tentang tasawuf itu sendiri.
Kamis, 07 Juli 2011
TINJAUAN SINGKAT PENGERTIAN AHLUSSUNAH WALJAMA’AH
Sebelum mengarah kepada definisi, istilah ahlussunnah waljama’ah ini tersusun atas dua hal, yakni As-Sunnah dan Al-Jama'ah. Dari dua hal inilah maka nantinya akan sangat jelas bahwa golongan yang benar-benar memegang panji ahlussunnah waljama’ah adalah Asyairoh dan Maturidiyah.
Pengistilahan ini berangkat dari beberapa hadits shohih, diantaranya adalah :
Dari Abu Huroiroh ra. Sesungguhnya Rosululloh SAW bersabda : Ummat Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, dan ummat Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, dan ummat ku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk neraka kecuali satu (golongan). Para sahabat berkata "siapakah mereka wahai Rosululloh?". Rosululloh menjawab "mereka adalah yang mengikuti aku dan para sahabatku" (HR. abu dawud, turmudzi dan ibnu majah).
Kamis, 31 Maret 2011
BIOGRAFI IMAM ABU HASAN AL-ASY'ARIE
Oleh: abdul hamid shobry assyifa'
Kelahiran dan Nama beliau
Imam Al Asy’ari lahir di kota Bashrah pada tahun 260H/873M. beliau lahir dan tumbuh dalam lingkungan faham Ahlus-sunnah waljama’ah. Ayahnya Ismail adalah seorang ulama ahli hadits yang menganut faham Ahlus-sunnah waljama’ah, hal ini terbukti bahwa ketika Ismail menjelang wafat dia berwasiat agar Al-Asy’ari di asuh oleh Al Imam Al-Hafizh Zakaria bin yahya As-Saji (285H), pakar hadits dan fiqih madzhab syafi’i
Senin, 07 Maret 2011
Liberalisme dan Feminisme
Gerlombang liberalisme di Indonesia masuk berbagai pintu. Salah satu pintu yang boleh dikatakan sukses adalah pintu isu kesetaraan gender. Isu ini bahkan telah berhasil menembus kebijakan negara. Alhasil,gender mainstreaming menjadi salah satu program penting dalam semua lini program yang dicanangkan pemerintah.
Pluralisme: Kerancuan Istilah dan Pemahaman
Perdebatan dan kontroversi tentang masalah Pluralisme kembali menghangat di Indonesia. Meskipun masalah ini sudah banyak ditulis dan didiskusikan, pro-kontra itu terus saja berlangsung. Dalam mencermati hiruk-pikuk wacana “Pluralisme” pada umumnya, dan “Pluralisme Agama” khususnya, yang tengah marak di negeri kita pada dasawarsa pertama abad ke-21 ini;
Sabtu, 05 Maret 2011
konversi sistem khilafah yang sangat mustahil
sebetulnya dalam menerapkan syari’ah Alloh kita tidak perlu memandang suatu negara dari bentuk sistem yang dianutnya,
kerena menurut saya penerapan syariah itu bisa dilakukan walaupun dalam bentuk kepemerintahan secara demokrasi.
Akan lebih baik jika orang yang menyuarakan terbentuknya khilafah sebagai solusi tepat menyebut negara kita sebagai negara konvensional, dan mungkin itu lebih bisa kita terima sebagai suatu perbedaan yang sangat wajar.
Rabu, 02 Maret 2011
Makna Istighotsah
Kata “istighotsah” استغاثة berasal dari “al-ghouts”الغوث yang berarti pertolongan. Dalam tata bahasa Arab kalimat yang mengikuti pola (wazan) "istaf’ala" استفعل atau "istif'al" menunjukkan arti pemintaan atau pemohonan. Maka istighotsah berarti meminta pertolongan. Seperti kata ghufron غفران yang berarti ampunan ketika diikutkan pola istif'al menjadi istighfar استغفار yang berarti memohon ampunan.
Perayaan Maulid Nabi dan Kontroversi Ma'na Bid’ah
Peryataan bahwa perayaan maulid Nabi adalah amalan bid'ah adalah peryataan sangat tidak tepat, karena bid'ah adalah sesuatu yang baru atau diada-adakan dalam Islam yang tidak ada landasan sama sekali dari dari Al-Qur'an dan as-Sunah. Adapun maulid walaupun suatu yang baru di dalam Islam akan tetapi memiliki landasan dari Al-Qur'an dan as-Sunah.
Selasa, 01 Maret 2011
Dalil-Dalil Tawassul
A. Dalil dari Al-Qur’an.
1. Allah SWT berfirman dalam surat Almaidah, 35 :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”
Hukum mengangkat dan Menggerak-gerakkan Jari dalam Shalat
hukum menggerakkan jari telunjuk
Jika kita perhatikan, saat duduk tasyahhud dalam shalat memang tidak semua orang menggerakkan jari telunjuk dengan cara yang sama. Ini semata-mata karena perbedaan ulama dalam memahami hadits. Perbedaan ini terjadi sejak zaman tabi’in dan ulama mazhab. Perbedaan ini tidak menyebabkan tidak sahnya shalat dan tidak pula menyebabkan kesesatan, karena perbedaannya dalam hal furu’iyah yang masing-masing mempunyai dalil hadits Rasulullah SAW.
Jika kita perhatikan, saat duduk tasyahhud dalam shalat memang tidak semua orang menggerakkan jari telunjuk dengan cara yang sama. Ini semata-mata karena perbedaan ulama dalam memahami hadits. Perbedaan ini terjadi sejak zaman tabi’in dan ulama mazhab. Perbedaan ini tidak menyebabkan tidak sahnya shalat dan tidak pula menyebabkan kesesatan, karena perbedaannya dalam hal furu’iyah yang masing-masing mempunyai dalil hadits Rasulullah SAW.
Tawassul Dianjurkan dalam Islam
Rasulullah saw bersabda: Ketika Adam mengakui kesalahannya, dia berkata: ‘Wahai Tuhanku, jika aku memohonmu atas nama Muhammad, Engkau pasti akan mengampuniku’. Lalu Allah bertanya: ‘Wahai Adam, bagaimana kau tahu tentang Muhammad sedang Aku belum menciptakannya?’ Adam menjawab:’Tuhanku, sesungguhnya ketika Engkau menciptakanku, aku mengangkat kepalaku, dan aku melihat di kaki ‘Arsy tertulis “Laa ilaha illa Allah, Muhammadur Rasulullah”,
Langganan:
Postingan (Atom)

